7uplagi.com – Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto menjawab tuntutan yang diajukan oleh beberapa penyelidik dan penyelidik tentang kepemimpinan KPK. Dia merasa bahwa permintaan ini mengerikan karena tidak hanya menyoroti masalah kejujuran dan karakter yang kuat semata, tetapi lebih dari itu.

"Jika dikaji lebih teliti, tuntutan penyidik ​​dan penyidik ​​KPK sebenarnya bukan sekadar rumor kejujuran dan karakter yang kuat, karena pada kenyataannya ada halangan juctice." Ada tanda-tanda kuat bahwa upaya dimaksudkan untuk menghambat proses pemeriksaan. yang sedang dilakukan oleh penyidik ​​dan penyidik ​​KPK, "kata Bambang Widjohanto, Kamis 11 April 2019.

Bambang melihat ini mengerikan karena KPK seperti diblokir dari dalam oleh internalnya sendiri. Kemudian lebih kronis, tersangka pelaku memiliki otoritas tertinggi di lembaga anti korupsi.

"Ini sangat mengerikan karena KPK seperti diserang oleh sakaratul yang mematikan dari dalam dirinya sendiri." Partai-partai atau aktor-aktor yang diduga bertindak dalam penghalang keadilan sebenarnya dicurigai sebagai pemimpin struktural dan juga dari para pemimpin KPK sendiri. faktor, "kata Bambang.

Bambang memberi, semua tindakan dari pihak-pihak tersebut bisa dikualifikasikan sebagai satu kejahatan yang bisa digunakan masalah terkait korupsi sebagaimana diatur dalam Soal 21 UU Pemberantasan Korupsi.

"Aktor yang digunakan oleh masalah di atas adalah setiap orang. Itu artinya para pemimpin dan pejabat struktural KPK seperti menjadi objek hukum di atas," kata Bambang.

Menurut Bambang, permintaan itu masalah serius, sehingga harus diselesaikan sesegera mungkin. Selain itu, beberapa pemimpin KPK yang mungkin dituduh dengan sengaja menghancurkan martabat dan kehormatan KPK, yang hingga kini telah dipersulit oleh semua personel KPK.

"Kepala KPK (datar) harus segera melakukan review dan penilaian terhadap semua informasi yang diminta." Prosesnya harus dilakukan dengan melibatkan pihak-pihak yang begitu independen, "kata Bambang.

Bambang melanjutkan, jika ada pejabat struktural sejati yang dikatakan bersalah atas pelanggaran etika, tidak ada alasan bagi pimpinan KPK untuk tidak segera menyelesaikannya.

"Jika tidak, maka pimpinan KPK tidak hanya melakukan ketidakadilan, tetapi bisa dituntut sebagai pihak yang melakukan kejahatan," katanya.

Pada awalnya, ada tuntutan dari penyelidik dan penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau karyawan di bawah perwakilan investigasi KPK yang ditujukan untuk para pemimpin KPK. Mereka memprotes karena merasa terhambat dalam perawatan dan meningkatkan masalah pada ikan tingkat tinggi atau ikan besar, ke tingkat kejahatan perusahaan, atau ke tingkat pencucian uang.
Posting Mengerikan Petisi Pertanyaan Pertanyaan Kepemimpinan KPK ditampilkan sebelumnya di 7uplagi.com. .



Source link