Nama Takafumi Akahoshi secara luas disebut sebagai kandidat terkuat yang akan mengisi posisi slot pemain Asia di Arema FC di paruh kedua Shopee League 1 musim 2019. Gelandang Jepang ini dikabarkan menjadi penerus Pavel Smolyachenko, yang dibebaskan dengan status pinjaman.

Sejauh ini, manajemen Arema sendiri belum memberikan pernyataan resmi tentang apakah Akahoshi akan memenuhi kuota pemain asing mereka. Klub berlambang singa memilih untuk menunggu sampai pemain ini benar-benar tiba di Malang dan menandatangani kontrak sebelum menerbitkan identitasnya.
"Kami menunggunya sampai di Malang dulu," kata General Manager Arema, Ruddy Widodo.
"Kami tidak ingin berspekulasi apa pun. Ini adalah sikap resmi manajemen Arema," lanjutnya.
Namun, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari manajemen, sambutan dekat Aka – Akahoshi – hampir pasti adalah sosok yang ditargetkan oleh Arema. Setidaknya ada tiga petunjuk, yang telah diajukan oleh manajemen dan tim pelatih Arema, yang sesuai dengan pemain berusia 33 tahun itu.
Jauh sebelum identitas baru pemain terkuat Arema, General Manager Arema, Ruddy Widodo, telah mengungkapkan salah satu ciri khas para pemain ini. Menurutnya saat itu, pemain ini berasal dari Jepang.
Pernyataan Ruddy memunculkan sejumlah spekulasi tentang sosok yang akan menutupnya. Nama-nama seperti Ryutaro Karube dan Kosuke Uchida dikabarkan menjadi pemain asing Arema.
Namun, Ruddy kemudian memastikan bahwa kedua nama ini bukanlah pemain yang sedang didekati Arema. Menurut manajer berusia 47 tahun itu, pemain yang menjadi incaran Arema adalah sosok yang belum pernah bermain di kompetisi Indonesia.
"Dia adalah sosok yang benar-benar baru di sepakbola Indonesia," kata Ruddy
"Namun, dia sudah bermain di kompetisi Asia," lanjutnya.
Saya belum bermain di Indonesia. Setelah berkarier di negara asalnya, pemain asal Fuji ini segera memulai karirnya di Latvia. Setelah itu, Aka mengembangkan karier di Polandia dan Rusia. Pada 2017, ia kembali ke Asia untuk bermain di Thailand. Kemudian, pada akhir 2018 ia berangkat ke Iran.
Ruddy mengakui, meskipun dia belum pernah bermain di Indonesia, dia tidak khawatir bahwa pemain baru ini akan merasa sulit untuk beradaptasi dengan iklim sepak bola Indonesia. Sebab, Ruddy mengatakan bahwa pemain anyar ini pernah menjadi tim dengan salah satu pemain asing Arema.
"Ternyata, setelah kami urutkan, pemain ini tidak pernah bermain tim dengan salah satu pemain asing kami," kata Ruddy.
"Kami yakin bahwa faktor ini akan menjadi hal yang menyederhanakan proses adaptasi," tambahnya.
Dari catatan karirnya, ya tercatat di situs Soccerway, Aka pernah menjadi klub dengan salah satu pemain asing Arema, Sylvano Comvalius. Momen ini terjadi pada 2018, ketika kedua pemain bersama-sama memperkuat Suphanburi di Liga Thailand.
Ketika ditelusuri ke akun media sosialnya, Aka berteman dengan Comvalius.
Ketika ditanya tentang kondisi pemain baru ini, salah satu pelatih Arema mengatakan dia optimis. Sebab, dari informasi yang didapatnya, pemain ini masih bermain di kompetisi Liga Iran.
Dari pencarian di halaman Socerway, hanya ada dua pemain Jepang yang bermain di kompetisi Iran. Selain Aka, ada juga Yukiya Sugita. Namun, Sugita berperan sebagai penyerang, berbeda dengan kebutuhan Arema. Ini tentu berbeda dengan Aka, yang bermain sebagai gelandang bertahan.
Ketika menelusuri catatan karirnya, Sugita tidak pernah menjadi klub dengan salah satu pemain asing Arema musim ini. Sekali lagi ini berbeda dari Aka, yang telah bermain dengan Comvalius.
Posting Tiga Alasan Mengapa Takafumi Akahoshi Adalah Tokoh Pengganti Pavel Smolyachenko ditunjukkan sebelumnya di Topikindo. .



Source link